PROGRAM PENDIDIKAN KEBENCANAAN PAUD

Indonesia Rawan Bencana

Bencana silih berganti menghampiri negara tercinta kita ini, gempa, tsunami, gunung meletus, banjir, dan tanah longsor. Tahun 2018 tercatat Nusa Tenggara Barat mengalami gempa bumi, Sulawesi Tengah mengalami Gempa, tsunami, dan likuifaksi, Gempa di Jawa Timur, banjir bandang dan longsor di Mandailing Natal, dan tsunami di Selat Sunda.

Salah satu penyebab dikarenakan wilayah Indonesia berada di jalur cincin api pasifik (Ring of Fire). Kondisi ini akhirnya membuat Indonesia begitu kaya akan gunung api. Tercatat di wilayah Indonesia kini terdapat 139 gunung berapi. Berkaca dari hal tersebut tidak salah jika banyak fenomena erupsi vulkanik yang terjadi di tanah air. Pada umumnya kondisi semacam ini membuat pergerakan dasar bumi Indonesia begitu aktif. Jadi jangan heran kalau kita melihat gempa dan juga letusan gunung api secara bersamanya.

Tak kalah berbahaya di sisi yang lain Indonesia juga rawan bencana banjir dan tanah longsor dengan berbagai macam penyebab, mulai dari gundulnya hutan karena pembalakan liar, tambang ilegal, sampai masalah sedimentasi sampah di Daerah Aliran Sungai (DAS).

Bencana Bagian dari Hidup Kita

Karena sebab-sebab bencana berada dekat dengan kita itulah akhirnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan bahwa “bencana itu bagian dari hidup kita, sehingga kita harus siap siaga fisik, mental, dan psikologi bagi anak sejak dini”. Oleh sebab itu Direktorat Pembinaan PAUD dengan mencanangkan program Pendidikan Kebencanaan PAUD.

Kurikulum Program Pendidikan Kebencanaan PAUD

Program Pendidikan kebencanaan tidak memiliki kurikulum khusus, akan tetapi hanya menjadi materi sisipan atau akan masuk menjadi bagian kurikulum yang ada. Hal ini diperlukan agar tak perlu ruang khusus atau lebih bersifat melebur dengan metode ajar yang selama ini sudah berjalan. Kurikulum tidak hanya terbatas dalam bentuk mata pelajaran atau tema tertentu saja. Bahkan perilaku guru dan tenaga didik di depan anak, di mana anak dapat berkaca, meniru, mengimitasi, atau melakukan apa yang tidak dibolehkan oleh para guru dan tenaga pendidik itu semua adalah bagian kurikulum. Anak-anak harus mulai diajarkan mengenai aspek tanggap bencana, namun penerapannya disesuaikan dengan kondisi anak. Ke depan pendidikan kebencanaan jadi materi wajib pada setiap PAUD di Indonesia.

Bahan Ajar Pendidikan Kebencanaan PAUD

Kementerian pendidikan dan kebudayaan telah menyiapkan 5 bahan ajar terkait dengan pendidikan kebencanaan PAUD. Bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah disusun bahan ajar sesuai dengan jenis bencana antara lain : Bencana Gempa, Bencana Tsunami, Bencana Gunung Meletus, Bencana Banjir, dan Bencana Tanah Longsor.

Selain menyiapkan bahan ajar Kebencanaan PAUD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga telah melatih para pendidik PAUD agar dapat merencanakan dan melaksanakan Pendidikan Kebencanaan di PAUD. (*PLS_)

referensi :

https://tirto.id/mendikbud-pendidikan-kebencanaan-diselipkan-ke-permainan-anak-paud-dkWX